Kesehatan

Kandidat Vaksin Covid-19

18 Jun 2020, 12:40 WIB

Kandidat Vaksin Covid-19

            Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Virus ini mudah menular antarmanusia dan telah menyebar dengan sangat cepat sehingga menyebabkan pandemi Covid-19. Pasien yang terinfeksi oleh SARS-CoV-2, terutama pasien yang berusia lanjut dan memiliki gangguan pernapasan atau kardiovaskular memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi yang berat, seperti pneumonia berat, Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), kegagalan organ multipel, bahkan kematian.

            Hingga saat ini, belum ada langkah-langkah pencegahan Covid-19 yang efektif; pencegahan Covid-19 yang dilakukan hingga saat ini berupa karantina, isolasi, dan social distancing. Vaksin yang efektif terhadap Covid-19 sangat dibutuhkan untuk mengurangi angka kematian dan morbiditas yang terkait dengan infeksi SARS-Cov-2. Saat ini, ada lebih dari seratus kandidat vaksin yang sedang dalam pengembangan di seluruh dunia, delapan diantaranya akan atau sedang memulai fase uji klinis.

            Pada 1627 Maret 2020, para peneliti melakukan skrining terhadap 195 individu dewasa di pusat rehabilitasi yang berada di Wuhan, China. Dari 195 individu dewasa, sebanyak 108 individu memenuhi kriteria untuk menjadi peserta dalam fase klinis Ad-5 vectored Covid-19 vaccine. Para peserta penelitian dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni kelompok yang menerima vaksin dengan dosis rendah (36 orang), dosis sedang (36 orang), dan dosis tinggi (36 orang). Setelah menjalani vaksinasi, para peserta penelitian akan menjalani kunjungan dalam kurun waktu 28 hari.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ad-5 vectored Covid-19 vaccine dapat ditoleransi oleh individu dewasa sehat dalam tiga kelompok dosis. Efek samping yang sering timbul setelah vaksinasi adalah demam, kelelahan, nyeri kepala, dan nyeri otot. Ad-5 vectored Covid-19 vaccine dapat merangsang respon imun humoral dan sel-T terhadap para peserta penelitian. Timbulnya respon imun yang dapat terdeteksi cukup cepat. Respon sel-T memuncak pada hari ke-14 setelah vaksinasi dan antibodi memuncak pada hari ke-28 setelah vaksinasi. Respon antibodi terhadap vaksin pada kelompok dengan dosis tinggi lebih besar dibandingkan kelompok dengan dosis rendah dan sedang.

            Hingga saat ini, hubungan antara vaksinasi dan Covid-19 belum diketahui dan peran antibodi spesifik atau sel-T dalam membangun perlindungan yang efektif terhadap Covid-19 juga belum diketahui. Hal ini membuat para peneliti belum dapat memprediksi perlindungan Ad-5 vectored Covid-19 vaccine berdasarkan respon imun yang ditimbukan oleh vaksin. Penelitian Ad-5 vectored Covid-19 vaccine yang lebih lanjut dibutuhkan untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Fase uji klinis kedua yang sedang berjalan di China akan memberikan informasi yang lebih dalam mengenai keamanan dan imunogenisitas dari Ad-5 vectored Covid-19 vaccine.

 

Sumber: www.thelancet.com

Editor : Farras Rizky Andriawan