Berita

Dampak PSBB, Dampak “New Normal”

28 Jun 2020, 02:27 WIB

Dampak PSBB, Dampak “New Normal”

PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar punya berbagai manfaat dan dampak positif. Selain untuk memutuskan penyebaran virus corona, ternyata masih banyak manfaat PSBB lainnya, baik untuk masyarakat maupun lingkungan. PSBB adalah peraturan yang mengharuskan masyarakat harus dirumah saja demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Pemerintah memutuskan untuk memasuki di era New Normal tujuannya untuk pulihkan ekonomi dari dampak ekonomi. Saat memulai di era New Normal, ruas jalan protokol di wilayah DKI Jakarta mulai beberapa hari ini kembali macet. Begitu juga kondisi di Tol Dalam Kota, kembali padat merayap bila pagi dan sore hari datang. Senin, 8 Juni 2020, ini pun sebagian pusat perkantoran di Ibu Kota mulai bergeliat kembali. Minggu, 7 Juni kemarin, stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, sudah dibuka. Banyak warga memadati areal GBK untuk berolahraga setelah bosan berdiam diri selama tiga bulan di rumah.

Manfaat PSBB memiliki dampak yang positif bagi Masyarakat dan lingkungan yaitu :

1.       Kualitas Udara Membaik

Dampak pertama yang bisa dirasakan, yaitu membaiknya kondisi udara, terutama di Jakarta. Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) melakukan penelitian mengenai kualitas udara Ibu Kota selama 10 hari penerapan instruksi social distancing, yakni pada periode 16-25 Maret 2020.

Masing-masing alat ukur mendeteksi tiga parameter polutan, yaitu kandungan karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen dioksida, ozon, sulfur dioksida, serta partikel debu berukuran di bawah 10 mikron.

Dari kelima titik pemantauan pinggir jalan selama periode itu, terlihat kecenderungan kadar polutan menurun tajam dibandingkan hasil pengukuran di lokasi yang sama pada 2011–2019. 

2.       Solidaritas Masyarakat Meningkat

Sejak PSBB banyak masyarakat yang diharuskan di rumah saja untuk memutuskan mata rantai COVID-19, selama PSBB diperlakukan banyak perekonomian mulai menurun, sehingga banyak masyarakat saling membantu sesama lain dengan membagikan nasi bungkus atau kebutuhan pokok lainnya.

3.       Munculnya Relawan Melawan COVID-19

Tidak hanya solidaritas antara warga yang mulai mengental, kelompok–kelompok relawan dengan semangat melawan Covid-19 juga mulai bermunculan. 

Mereka bekerja demi membantu pemerintah memangkas rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya kelompok pemuda yang bergabung sebagai relawan Gereja Melawan Covid-19 (GMC19). Kelompok yang berada di bawah naungan Persektuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) ini bergerak melakukan penyemprotan disinfektan di rumah–rumah ibadah wilayah DKI Jakarta. Salah satu anggota GMC19, Ruth Angelia Hot Marisi Simanjuntak (23), mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu upaya memberantas wabah Covid-19.

Hingga saat ini, kegiatan mereka masih berlanjut dan tidak akan berhenti sampai pandemi Covid-19 berakhir.

4.       Kepedulian Tinggi Terhadap Tenaga Medis

Para tenaga medis di Indonesia, yang harus bertugas dalam penanganan corona COVID-19, dalam situasi kekurangan unit APD (alat pelindung diri). Hal ini membuat masyarakat berbondong-bondong gotong royong untuk memberikan donasi APD.

 

Referensi :

https://kids.grid.id/read/472152388/manfaat-dan-dampak-positif-psbb-selain-memutus-penyebaran-covid-19 di akses 6/28/2020

https://nasional.kompas.com/read/2020/06/06/17360741/presiden-jokowi-minta-new-normal-diterapkan-secara-hati-hati di akses 6/14/2020

https://www.krjogja.com/ di akses 6/28/2020

https://covid19.go.id/ di akses 6/28/2020

 

Editor : Nur Qolbi